Harga ikan arwana super red jakarta bandung bogor surabaya depok bali banjarmasin medan semarang pekanbaru ciamis tangerang bekasi mataram yogyakarta ambon jayapura manado gorontalo

Masalah Penangkaran Ikan Arwana Super Red

Masalah Penangkaran Ikan Arwana Super Red -Dalam tiga tahun terakhir, produktivitas induk ikan arwana di pusat penangkaran Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, tidak stabil. Kegiatan konservasi dan budidaya arwana tersebut terganggu oleh terus menurunnya kualitas air Sungai Kapuas.

President Director PD Dian Ardyka, Ardyka Anggriawan, Jumat (18/5), mengatakan, sebuah kolam penangkaran kadangkala bisa menghasilkan 25 ekor bibit arwana per bulan. Namun, kadangkala kolam yang sama dan indukan yang sama pula hanya menghasilkan lima ekor bibit selama sebulan. Fluktuasi produksi itu mengganggu proses ekspor.

”Untuk ekspor, angka pasti volume produksi itu sangat penting. Dalam tiga tahun terakhir, kami kadangkala keliru memprediksi produksi karena pengaruh fluktuasi produktivitas itu,” kata Ardyka yang memiliki belasan kolam penangkaran di Kuala Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Arwana sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air. Ikan yang memiliki habitat asli di Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar, itu hanya bisa bertelur dan menghasilkan bibit secara maksimal kalau kualitas air Sungai Kapuas hampir sama dengan kualitas air di habitat asli di Danau Sentarum.

Penurunan kualitas air Sungai Kapuas dipicu berbagai hal. Beberapa kawasan di sepanjang daerah aliran sungai sudah berubah fungsi menjadi kawasan budidaya dan perkebunan kelapa sawit. Sungai Kapuas juga menjadi tempat pembuangan limbah dari beberapa pabrik pengolahan kelapa sawit dan pertambangan emas tradisional.

Ardyka mengungkapkan, produktivitas di tempat penangkarannya saat ini tidak bisa diprediksi. Kadangkala, kolam-kolam yang ada bisa menghasilkan hingga 500 ekor bibit ikan. Namun, seringkali kolam penangkaran itu hanya menghasilkan 110 ekor bibit. Harga jual ikan arwana ukuran 9-10 sentimeter, misalnya, Rp 2,6 juta hingga Rp 2,7 juta per ekor.

Keturunan kedua

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar Johan Utama Perbatasari mengatakan, kegiatan penangkaran ikut mendukung upaya konservasi spesies yang dilindungi itu. Budidaya hanya boleh dilakukan terhadap keturunan ketiga (F3) dan keturunan keempat (F4). ”Indukan yang diambil dari Danau Sentarum disebut F0. F0 dan F1 harus dikembalikan ke habitatnya secara periodik. Hanya F2 yang boleh tetap ada di penangkaran supaya terus berproduksi,” kata Johan.

Direktur PD Citra Landak Lestari Acung mengungkapkan, bibit arwana sebagian besar diekspor dan hanya sebagian kecil dipasok ke pasar lokal Indonesia. Negara tujuan ekspor arwana antara lain hampir semua negara di Asia Tenggara, Korea Selatan, Jepang, dan China.

”Penangkaran arwana belakangan ini sering disebut sebagai sektor usaha pengganti kayu setelah penertiban pembalakan liar kayu ditertibkan aparat. Ada ribuan tenaga kerja yang terlibat, mulai dari pemasok pakan, penampung, distributor, hingga eksportir,” ujar Acung.

Kepala Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati dan Masyarakat Lahan Basah Universitas Tanjungpura, Pontianak, Gusti Zakaria Anshari mengungkapkan, degradasi lingkungan berkontribusi besar terhadap penurunan kualitas air. Sebagian besar daerah tangkapan air di sekitar daerah aliran Sungai Kapuas tidak berfungsi maksimal. ”Padahal, Sungai Kapuas juga menjadi sumber air baku bagi Perusahaan Daerah Air Minum Kota Pontianak. Penyelamatan lingkungan di sekitar daerah aliran sungai sangat mendesak dilakukan,” ujar Gusti.